Title : Be my girl
Author : Akina Furi
Cast :
-
Lee Yunha
-
Jung Jin
Young
-
Gong Chan
Shik
-
Lee Jungha
Genre : Romantic
Rating : Teenager
Semoga FF yang agak
gaje ini menghibur kalian. Hehe, ini FF pertamaku setelah lama banget hiatus.
Anggep aja FF comebacknya aku, khekhe. Happy reading ^^, don’t forget to give
me comment, Okey?
**
Author POV
Flashback
“huu.. hu hu hu.. hiks.. huu hu hu” tiba-tiba saja Yunha
menangis sambil berjongkok dan menutupi mukanya menggunakan lututnya. Jin Young datang menghampiri Yunha khawatir.
Dia ikut berjongkok di hadapan Yunha.
“gwechannayo? Kenapa kau menangis?” tanya Jin Young
khawatir. Tapi Yunha tidak menjawab dan terus menangis. Jin Young semakin
mendekatkan mukanya ke depan muka Yunha.
“Yunha-ya?” panggilnya lagi dengan hati-hati. Akhirnya Yunha
berhenti menangis dan menatap Jin Young dengan mata sembabnya. Tapi sedetik
kemudian tiba-tiba Yunha mencium bibir mungil Jin Young dan tersenyum lebar.
Jin Young yang kaget langsung ambruk ke belakang. “yak! Kau mengerjaiku
rupanya!” bentak Jin Young sambil menutup bibirnya dengan punggung tangan
kirinya. Mukanya terlihat merah padam. Yunha malah semakin tersenyum lebar.
“soalnya kalau tidak begini kau tidak akan mendekatkan
mukamu dengan mukaku. Kan kalau tidak begitu aku jadi tidak bisa menciummu.
hehe” ucap Yunha dengan masih tersenyum lebar dengan santainya.
“Jin Young-a, kita pacaran yuk” lanjut Yunha.
Jin Young terkejut mendengar apa yang baru saja di ucapkan
oleh temannya ini. Secara mereka masih berumur sepuluh tahun. Masa mau
pacaran???
“aku menyukaimu. Jadi ayo kita pacaran saja” ucap Yunha
lagi.
Flashback End
**
Jin Young menumpukan kedua tangannya di atas pagar atap
gedung sekolah sambil tersenyum sendiri. Entah kenapa tiba-tiba dia teringat
masa lalu. Ketika dengan polosnya Yunha mengajaknya pacaran. Tapi sedetik
kemudian senyum di wajahnya hilang dan berganti menjadi wajah penuh kekecewaan.
Masalahnya dulu dia menolak ajakan Yunha itu dan sekarang justru dia malah
jatuh cinta pada Yunha. Sedangkan Yunha sudah punya pacar bernama Chanshik.
Jadi terpaksa statusnya tetap hanya sebagai teman dekat Yunha.
“Jin Young-a, sedang apa? Pagi-pagi jangan melamun” ucap
Yunha dari belakang. Jin Young menoleh. Perasaannya selalu menjadi lebih tenang
setiap kali melihat wajah Yunha. Setidaknya itulah yang membuatnya masih bisa
bersyukur. Bersyukur bisa menjadi teman dekat Yunha dan selalu di sisinya.
Pasalnya meski Yunha punya pacar, Yunha lebih suka menghabiskan waktunya dengan
Jin Young.
“ini baru jam setengah tujuh kurang. Untuk apa kau datang
pagi-pagi? Biasanya kau datang lima menit tepat sebelum bel kan” ejek Jin
Young. Yunha langsung mendengus kesal dan memukul bahu Jinyoung meski dia tau
pukulannya sama sekali tidak berpengaruh padanya.
“memangnya aku tida boleh datang pagi? Huh. Lagian tadi aku
kesini karena aku tau kau ada di sini. Aku ingin jadi orang pertama yang
memberimu ucapan selamatulang tahun tau”
Jin Young tersenyum dan mengacak rambut Yunha. “haha, kau
ini. Tengah malam tadi kau juga sudah mengirimiku berbagai ucapan kan. Mulai
dari sms, twitter, facebook, email, semuanya. Aku sampai merasa sedang diteror
dan tidak bisa tidur gara-gara itu tau. Jadi tenang saja, kau tetap pemegang
rekor pemberi ucapan pertama untukku”
Yunha hanya meringis menunjukkan barisan giginya. Kedekatan
Yunha dengan Jin Young inilah yang membuat orang-orang heran. Kenapa Yunha
tidak pacaran dengan Jin Young dan malah memilih dengan Chanshik?
“Yunha-ya, kau melakukan ini memangnya Chanshik tidak
cemburu?” tanya Jin Young hati-hati. Yunha memutar kedua bola matanya lalu
tersenyum. “tenang saja, dia bukan tipe pencemburu kok”
“umh, kalau begitu, hari ini apa kau mau menemaniku ke taman
ria? Itu...., itu juga kalau kau belum ada janji dengan Chanshik sih”
“mau mau mau” jawab Yunha dengan sangat antusias.
“kalau begitu ayo” Jin Young langsung meraih tangan Yunha
dan menggandengnya pergi. Tapi Yunha berhenti di tempat, membuat langkah
JinYoung juga terhenti. “wae?” tanya Jin Young.
“yang benar saja. Kita mau bolos sekolah? Kau sudah kelas
tiga dan sebentar lagi ujian, masa mau bolos? Kalau aku sih tidak apa-apa
sekali-kali bolos. Aku kan masih kelas satu”
Jin Young langsung menjitak pelan kepala Yunha. “dimana-mana
yang namanya bolos itu, mau kelas satu atau kelas tiga, tetap tidak boleh”
“itu kau tau. Lalu kenapa mengajakku membolos?”
“kau mau atau tidak? Kalau tidak ya sudah. Aku pergi
sendiri” Jin Young langsung melepaskan gandengannya dari tangan Yunha dan
pergi. Yunha berpikir sebentar sampai akhirnya ikut menyusul Jin Young yang
sudah pergi membolos duluan.
**
Yunha POV
Secara formal dia adalah sunbae-ku. Harusnya dia memberi
contoh dan bukannya mengajakku membolos seperti ini. Aku benar-benar tidak
mengerti jalan pikirannya. Tapi ya sudahlah. Aku menikmati ini. Hehe, aku sudah
jarang pergi bersama Jin Young sejak kedatangan Chan Shik. Lagipula ini hari
ulang tahunnya Jin Young. Anggap saja ini salah satu hadiah untukmu. ^_^
Aku duduk di bangku dekat kedai es krim sambil emnunggu Jin
Young mengambilkan es krim pesananku. Tapi tiba-tiba aku melihat Chan Shik dan
Jung Ha eonnie juga ada di salah satu wahana.
“mwo? Sedang apa mereka di sini? Aish! Jinjja! Semoga Jin
Young tidak melihat mereka” gumamku. Aku lalu merogoh ponsel yang ada di saku.
Mencoba mengirim pesan pada mereka untuk memperingatkan mereka kalau aku dan
Jin Young sedang ada di sini. Tapi belum sempat aku mengirimnya, Jin Yong sudah
datang.
“ini, es krimmu. Rasa coklat kan?”
“eh? Oh, hehe, ne”
Jin Young duduk di sampingku sesaat setelah menyerahkan
eskrim padaku. “tadi dapat sms dari siapa? Kelihatannya serius. Kau ketahuan
oleh orang tuamu ya?”
“ah, ani, tadi... aku hanya sedang main game”
Jin Young hanya ber’oh’ ria mendengar kebohonganku barusan.
**
Jin Young POV
Ah, sungguh hari yang menyenangkan. Senangnya bisa melewati
hari spesial ini dengan orang spesial.
Aku pergi sebentar mengambilkan pesanan eskrim kami. Saat
aku mau kembali, aku sempat melihat Chan Shik dengan yeoja lain dan....
terlihat mesra? Aku langsung menoleh ke arah Yunha. Aku tidak mau dia melihat
ini dan menjadi sedih. Tapi terlambat. Sepertinyan dia sudah lihat. Dia
terlihat langsung menyibukkan diri dengan ponselnya.
“ini, es krimmu. Rasa coklat kan?”
“eh? Oh, hehe, ne”
“tadi dapat sms dari siapa? Kelihatannya serius. Kau
ketahuan oleh orang tuamu ya?”
“ah, ani, tadi... aku hanya sedang main game”
Aku tahu dia berbohong. Tabahkan hatimu Yunha.
Suasana jadi sedikit canggung dan hening untuk beberapa
saat. Kami sibuk dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang menggerakkanku,
tiba-tiba tanganku bergerak meraih tangannya dan menggenggamnya erat. Oh,
jinjja, aku pasti sudah gila. Kalau aku melakukan ini, mungkin persahabatan
kami akan hancur dan aku semkin tidak bisa memilikinya.
“Yunha-ya, aku tahu kau sudah dengan Chan Shik. Tapi bisakah
kau putus dengannya dan menjadi pacarku?”
**
Yunha POV
“Yunha-ya, aku tahu kau sudah dengan Chan Shik. Tapi bisakah
kau putus dengannya dan menjadi pacarku?”
Rasanya dadaku sesak sekali ketika mendengarnya. Aku bahagia
sekaligus bingung. Meski sebenarnya itulah kata-kata yang sudah kutunggu sejak
dulu, tapi...
“mi mianhae Jin Young-a” aku menarik tanganku cepat lalu
pergi meninggalkannya.
Aku tau aku pasti akan sangat sangat menyesalinya. Aku sudah
lama menyukaimu Jin Young-a, tapi aku sudah terlanjur janji dengan Jungha
eonnie dan Chan Shik. Sejujurnya, aku sangat ingin bilang ‘iya’. Jin Young, aku benar-benar minta maaf.
Aku bukan menolak karena tidak mau, tapi aku tidak bisa. Aku sangat menyayangi
Jungha eonnie. Karena itu aku harus memegang janjiku sampai akhir untuk
membantunya.
**
Author POV
Yunha duduk di sofa dengan mata berkaca-kaca menahan tangis
sambil memeluk bantal sofa.
“aku pulang” ucap Jungha yang datang bersama Chan Shik.
Yunha hanya menoleh dengan tidak semangat. Jungha yang menyadari ada yang tidak
beres dengan adik angkatnya ini lalu langsung mendekat. “waeyo saeng?” ucapnya
lembut sambil mengacak rambut Yunha. Sedangkan Chan Shik hanya mengamati dari
sofa sebelahnya.
Awalnya Yunha hanya menatap nanar pada Jungha, tapi
lama-lama tangisnya pecah. “hiks, eonnie~~, sampai kapan aku harus pura-pura
jadi pacar Chan Shik? Aku... aku juga mau punya pacar”
Jungha dan Chan Shik saling pandang dan kembali menatap
Yunha. “apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Chan Shik hati-hati.
Yunha memeluk eonnienya dan terus menangis tanpa mengatakan
apapun.
**
Yunha tertidur di atas sofa setelah agak lama menangis.
“kira-kira dia kenapa ya?” tanya Jungha yang masih memandangi Yunha yang sedang tertidur.
“mungkinkah ada sesuatu yang terjadi antara dia dan Jin
Young hyung? Seperti Jin Young hyung memintanya menjadi pacarnya mungkin.
Bukankah mereka dekat? Di tambah lagi Yunha juga menyukainya bukan? Yunha
selalu memegang janjinya padamu. Jadi mungkin karena dia harus memegang
janjinya, dia mungkin terpaksa menolak ajakan Jin Young hyung untuk menjadi
pacarnya” tebak Chan Shik dengan sangat tepat.
“geurae? Umm, mungkin sudah saatnya kita mengakhirinya.
Kasihan juga kalau dia sampai seperti ini. Ayo kita pergi dan jelaskan
kesalahpahaman ini pada Jin Young”
“kau yakin?”
“tentu saja. Sudah, ayo berangkat”
**
Jin Young, Chan Shik dan Jungha duduk bersama di dalam
sebuah cafe. “jadi apa yang ingin kalian katakan?” tanya Jin Young ketus. Yah,
dia marah karena Chan Shik berani sekali menduakan yeoja yang dia cintai.
“hemh, sebelumnya, kenalkan, aku Lee Jungha, eonnienya
Yunha”
“eonnie?”
“ne. Langsung saja ya, Aku ingin tanya, apa kau tadi... emh,
menyatakan cinta pada Yunha dan ditolak?”
Jin Young yang tadi kesal berubah jadi speechless. Orang
mana yang dengan enteng bisa mengatakan pada orang lain kalau dia baru saja di
tolak? Itu memalukan.
“Yunha dan aku sebenarnya tidak pacaran, hyung” Jin Young
langsung menatap bingung ke arah Chan Shik.
“maksudmu?”
“aku sebenarnya pacarannya dengan Jungha. Tapi dia sekolah
di luar negri. Jungha khawatir yeojadeul di sini akan terus menggangguku dan
mendekatiku. Karena itu dia meminta Yunha pura-pura menjadi pacarku saat di
sekolah agar yeojadeul itu tidak menggangguku”
“dia benar. Aku yang menyuruh Yunha pura-pura. Yunha dulu
dengan senang hati menerima permintaanku karena dia sangat menyayangiku dan
tidak mau melihatku sedih karena mengkhawatirkan Chan Shik. Tapi kurasa
pura-puranya harus berakhir sekarang. Minggu ini aku resmi pindah ke sekolah
kalian. Jadi aku bisa menjaga Chan Shikku ini sendiri” sela Jungha.
Jin Young masih berusaha mencerna kalimat Jungha dan Chan
Shik. “hyung, Jungha pernah cerita padaku kalau Yunha dulu pernah cerita dia
pernah menyatakan cinta padamu saat usia kalian masih anak-anak. Kurasa dia
serius tentang itu. Buktinya dia masih menyukaimu sampai sekarang”
“menyukaiku? Jinjja?”
Jungha mengangguk dan berkata “jinjja. Dia bahkan tadi
menangis gara-gara harus menolakmu demi menepati janjinya padaku”
“sekarang di mana dia?” tanya Jin Young penuh semangat.
“kau ingin menemuinya? Dia ada di rumah. Temui saja. Kau tau
rumah kami kan?” Jin Young langsung melesat pergi begitu di beri tahu
keberadaan Yunha oleh calon kakak iparnya ini.
**
Yunha POV
Emh? Jam berapa ini? Sepertinya aku tertidur setelah tadi
cukup lama menangis.
Aku melihat ke sekeliling ruangan. Kenapa sepi sekali ya?
Bukankah tadi eonnie sudah pulang? Apa dia pergi lagi ya? Hemh.
Dengan berjalan sedikit terseok-seok dan sambil mengucek
pelan mataku, aku berjalan menuju dapur mencari air minum.
TING TONG
Suara bel? Siapa yang datang? Apa Jungha eonnie?
Aku segera berjalan menuju pintu yang tidak terlalu jauh
dari dapur. Betapa terkejutnya aku ketika melihat siapa yang datang. Jin Young!
Tapi, aku belum berani menghadapinya setelah baru beberapa jam yang lalu aku
menolaknya. Jadi dengan cepat aku langsung menutup pintu lagi.
“ya! Yunha! Buka pintunya”
Aku hanya diam dengan tangan masih memegang kenop dan
bersandar pada pintu. “aish, padahal ini hari ulang tahunku. Kenapa aku malah
di acuhkan oleh orang yang biasanya menjadi yang paling perhatian padaku ya?”
keluh Jin Young dari luar dengan nada yang kutahu sengaja ia keraskan.
“Ya! Yunha! apa kau ingat? Dulu kau pernah berjanji kalau
akan selalu mengabulkan satu permohonanku setiap hari ulang tahunku! Sekarang
kabulkan permohonanku!”
“kalau itu permohonan yang sama dengan yang tadi siang,
lupakan!”
“ani! Aku hanya ingin kau keluar dan menemuiku di sini, di
luar. Sebentar saja”
**
Author POV
Setelah agak lama berfikir, akhirnya Yunha keluar. Jin Young
menyambutnya dengan senyum, tapi Yunha berusaha tidak beradu pandang dengan Jin
Young dengan menunduk. Jin Young menatap Yunha lama. Dia sangat senang begitu
diberi tahu kalau Yunha sebenarnya juga menyukainya. “Yunha-ya, aku sudah tahu
semua”
“tahu apa?”
“tahu kalau kau juga sebenarnya menyukaiku”
“hah, jangan bercanda. Aku sudah punya Chan Shik. Pergilah. Chan
Shik bilang dia akan datang sore ini. Aku tidak mau ada keributan”
“pabo. Sudah kubilang aku sudah tahu. Jadi kau bohongpun
kali ini tidak ada gunanya”
“maksudmu apa?”
Bukannya menjawab, Jin Young malah memeluk Yunha. Dengan
lembut Jin Young membelai rambut Yunha dan berkata “aku tadi bertemu dengan
Jungha dan Chan Shik. Mereka sudah memberi tahuku semuanya. Jadi aku sudah tau
kalau kau dan Chan Shik hanya ura-pura”
“mereka bilang akan segera mengakhiri sandiwara ini. Karena
eonniemu itu minggu ini sudah resmi jadi murid di sekolah kita” lanjutnya. Jin
Young melepas pelukannya dan menatap mata Yunha. “jadi, ayo kita pacaran.
Karena aku menyukaimu dan kau juga bukan?”
Yunha balas menatap Jin Young. Dia sedikit tersenyum geli
karena teringat masa lalu (read : saat Yunha pertama kali mengajak Jin Young
pacaran). Yunha langsung berjinjit dan mencium bibir Jin Young. “curang. Itu
kan kata-kataku dulu” ucap Yunha.
Jin Young jadi ikut geli karena kenangan yang satu itu.
“haha, tapi sekarang posisinya beda kan? kita sekarang benar-benar pacaran”
“siapa bilang? Memangnya tadi aku bilang mau ya?”
“ish! Anak ini!” CHUP, Jin Young lalu tersenyum jahil
setelah berhasil mencium Yunha. “kalau kau tidak mau, akan kucium lagi”
“mwo? Aah, kalau begitu aku menolak jadi pacarmu saja biar
bisa di cium terus. hehe”
“haha, dasar nakal”
(di tempat lain)
“mereka romantis sekali. Ish! Membuatku iri saja. Waktu kau
mengajakku pacaran, kau tidak menciumku. Bahkan saat kita sudah pacaran kau
juga jarang menciumku” keluh Jungha.
“jadi kau ingin di cium rupanya, baiklah”
CHUP
Sebuah ciuman dari Chan Shik mendarat dengan mulus di bibir
Jungha dan berhasil membuatnya mematung. “mau lagi?” CHUP. Chan Shik mencium
Jungha lagi. Saat Chan Shik mau menciumnya untuk yang ketiga kali, Jungha
menghentikannya.
“hentikan. Pabo, lihat sikon dong. Tuh, di liatin anak-anak”
protes Jungha sambil menunjuk ke arah samping yang ternyata ada segerombolan
anak kecil yang dari tadi mengawasi mereka.
“hehe, anak-anak, jangan di tiru ya adegan tadi” ucap Chan
Shik pada anak-anak itu yang masih menatap mereka cengoh. Karena malu, akhirnya
Jungha menarik Chan Shik untuk pergi dari tempat itu.
THE END
kalian
bisa menghubungi author lewat coment di blog ini atau bisa lewat akun
facebook dan twitternya ^^. fb: Arifia Mawardani, twitter: @Akina_BANA
Menulis itu bagai jiwa
menulis itu semangat
menulis itu adalah cerminan diri







0 komentar:
Posting Komentar