Halo! kali ini aku akan mempublish FF karyaku...
Happy Reading, hope u like it ^^
Author :
Akina Furi
Genre :
Romantic
Rathing : Teenager
Main Cast : Jin Young & Chae Ri
Eits! for attention!! don't copas n no bash! don't like? just silent.
OK? ^^
**
Author POV
Chae Ri memandangi Jin Young dengan muka
datar. Dia sudah sangat bosan hanya duduk dan di acuhkan seperti itu selama
lebih dari dua jam di kafe ini. Jin Young lebih memilih berkutat dengan
laptopnya daripada mengobrol dengan Chae Ri yang baru saja pulang dari
pertukaran pelajar di Indonesia.
“ng?” gumam Jin Young tanpa menoleh
sedikitpun dan tetap menatap layar laptopnya.
Chae Ri mencoba menahan amarahnya. Dia
menutup mata sebentar lalu berkata “aku ke toilet sebentar ya”. Lagi-lagi Jin
Young hanya menjawab dengan gumaman.
Chae Ri beranjak dari tempat duduknya
dengan hati dongkol. “Huuh!! Menyebalkan!!! Dari tadi jawabnya ang eng ang eng
terus. Mana aku di cuekin. Dasar Jinppa menyebalkan!!” rutuk Chae Ri dalam
hati. Yang lebih membuatnya kesal adalah saat setiap kali dia ingin melihat apa
yang sedang dia lakukan dengan laptopnya itu, JinYoung malah langsung
menutupnya agar Chae Ri tidak bisa melihatnya. Sempat terbesit kecurigaan di
benak Chae Ri. Mungkinkah JinYoung sedang chatting dengan Yeoja lain? Soalnya
wajah Jin Young begitu terlihat bersemangat dan matanya begitu berbinar-binar
saat mengotak-atik komputernya.
Chae Ri mencuci mukanya untuk sedikit menenangkan diri. Di
menatap cermin yang ada di depannya dan menghela nafas berat. “Oppa” ucapnya
lirih.
Saat keluar dari kamar mandi, Chae Ri
bertemu dengan CNU.
**
Chae Ri POV
“Ya, CNU oppa, sedang apa di sini?
Sendirian?”, sapaku saat melihat CNU oppa lewat. Namja itu berhenti dan menoleh
padaku. Namja berkacamata itu lalu tersenyum dengan senyuman khasnya.
“Oh, Chae Ri. Iya, aku sendirian.
Setelah latihan dance di gedung sebelah aku merasa sangat lapar. Makanya mampir
dulu. kau sendiri dengan siapa? Jin Young?”
Aku menoleh sinis ke arah Jin Young
yang masih asik dengan laptopnya. “yah, sebenarnya begitu, tapi bisa kau lihat
sendiri apa yang sedang dia lakukan di sana. Dari tadi aku terus saja di cueki
karena dia lebih memilih laptopnya daripada aku”
“bagaimana kalau kau temani aku makan
saja? Kita ngobrol. Daripada kau jadi bosan” tawar CNU oppa.
Kupikir itu bukan hal buruk. Aku
mnyetujuinya. Kami akhirnya memilih duduk di kursi yang agak jauh dari Jin
Young oppa berada tapi tetap bisa membuatku melihat Jin Young. Untuk jaga-jaga
kalau dia mulai sadar dan mencariku.
**
Jin Young POV
Ah, akhirnya hampir selesai. Rancangan
pernikahanku dengan Chae Ri. Aku sengaja tidak memberitahu Chae Ri karena ingin
menjadikannya kejutan.
“ya, Hyung. Kau di sini rupanya. Mana
Chae Ri noona? Katanya kalian hari ini ada janji ketemu” sapa seseorang dengan
suara khasnya yang berat. Baro dan sandeul langsung mengambil posisi duduk di
depanku.
“dia bilang tadi dia ke kamar mandi
dulu”.
Mereka berdua mengangguk mengerti lalu
mulai asik sendiri sambil menunggu minuman yang mereka pesan tiba.
**
Author POV
Chae Ri kembali menoleh ke arah Jin
Young. Jin Young amsih terlihat asik dengan laptopnya. “sudah satu jam lebih
aku meninggalkannya, kenapa tidak sadar juga!” batin Chae Ri.
Dia tidak melihat kehadiran Baro dan
Sandeul yang ada di depan JinYoung karena terhalang tembok.
**
Jin Young POV
“hyung, kau dari tadi begini?” tanya
Sandeul.
“ne. Wae?”
“hah? Jangan-jangan dari tadi hyung
nyuekin noona?”
“ya ampun, pasti noona sangat bosan
dan kesal ya” ucap Baro.
“tunggu, hyung, sejak kapan noona ke
kamar mandinya”
“baru saja”
“kau yakin?” tanya mereka berdua
bersamaan.
“aish. Kalian ini cerewet sekali dari
tadi. Tentu saja aku yakin. Memangnya kenapa?” bentakku pada mereka.
“tapi kenapa dia belum kembali juga?”
tanya Sandeul.
“hah? Benarkah? Tunggu, ini jam
berapa?”
“jam empat” jawab Baro singkat. Ya
ampun selama itukah? Benar kata Baro tadi. Chae Ri pasti bosan dan kesal.
Sekarang dia di mana ya? Apa dia sudah pulang?
Aku langsung cepat-cepat mematikan
laptopku dan bergegas mencari Chae Ri. Tapi begitu aku berdiri, aku melihat
Chae Ri sedang ngobrol berdua dengan seorang namja yang kukenal.
Aku berjalan mendekati mereka.
“ternyata kau di sini. Aku mencarimu tadi. Kupikir kau sudah pulang” ucapku
begitu sampai. Chae Ri menoleh dengan malas ke arahku. Tatapannya begitu sinis.
Omo, dia kelihatannya benar-benar marah.
“oppa, aku pulang dulu ya” pamit Chae
Ri pada CNU.
“ne. Hati-hati di jalan”
Chae Ri berjalan keluar kafe
mendahuluiku. “Chagi, kau marah ya?” tanyaku sambil menyejajarkan langkahku
dengannya.
Chae Ri tetap diam lalu masuk ke dalam
mobil dengan kasar. Aku megikutinya masuk ke dalam mobil. “apa pedulimu? Yang
kau pedulikan kan hanya laptopmu” ucap Chae Ri tiba-tiba begitu aku selesai
memakai sabuk pengaman.
“mianhae chagi, bukan maksudku
untuk..”
“sudahlah. Aku tidak mau mendengar
alasanmu” sela Chae Ri.
Sejak kejadian itu aku jarang bertemu
dengan Chae Ri. dia masih ngambeg. Aku melihat ke arah laptopku. Hamph, kapan
aku bisa menujukkan ini padamu Chagi??
**
Chae Ri POV
“Channie, ayo pergi” ajak Baro.
“noona, aku masuk kelas dulu ya. Pai
pai noona” pamit Gongchan padaku.
Sekarang tinggal aku sendiri di sini.
Di taman kampus. Aku mendongakkan kepalaku ke atas dengan mata tertutup.
Membiarkan angin semilir berhembur menerpa wajahku.
“hamph, oppa. Kau berubah” ucapku
setelah membuka mata.
**
Flashback
“oppa, kau sedang apa?” tanyaku pada
Jin Young yang sedang bermain gitar.
“aku sedang mencoba menciptakan lagu.
Kau mau dengar?”
“tentu saja”
“kemarilah”. Aku mulai duduk di
samping Jin Young dan bersiap mendengar lagu ciptaannya.
Neoreul mannan
ji beolsseo il nyeoni da dwae
Cheotnune banhae yeogikkaji on geot gata
Nal japgo inneun du son nochi anha yaksok
Let’s go baby
Cheotnune banhae yeogikkaji on geot gata
Nal japgo inneun du son nochi anha yaksok
Let’s go baby
Oh bamhaneurui byeolboda
Jeo pureun bada chowonboda
Nuni busyeo oh my god
Amuri chajado deo joheun geon eobseo
Kkeutkkaji nae yeope isseo
Buranhan nae mamui ansikcheo
Ijen soneul kkwak japgo nuneul majuchyeo
Jeo pureun bada chowonboda
Nuni busyeo oh my god
Amuri chajado deo joheun geon eobseo
Kkeutkkaji nae yeope isseo
Buranhan nae mamui ansikcheo
Ijen soneul kkwak japgo nuneul majuchyeo
“yang selanjutnya masih dalam proses.
Bagaimana menurutmu tadi?”
“ah, oppa, bagus sekali. Liriknya juga
sangat romantis”
“tentu saja. Itu kuciptakan khusus
untukmu chagi”
“ah, oppa” kupeluk oppa yang begitu
romantis ini.
Flashback End
**
“sudah tiga hari tapi kenapa kau tidak
mencoba menghubungiku? Apa kau benar-benar tidak menginginkan aku lagi?”
batinku.
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada tefon
dari Sandeul. Aku segera bergegas mencari gongchan dan Baro begitu menerima
telfon tadi.
**
Jin Young POV
Aku berdiri di depan kampus. “Chagi, aku merindukanmu” batinku. Aku lalu
beranjak dan masuk ke kampus untuk menemui Chae Ri. Ku harap dia sudah tidak
marah. Karena hari ini aku ingin menyampaikan sesuatu padanya. Sesuatu yang
sudah lama kupersiapkan sampai harus rela di diamkan olehnya selama
berhari-hari.
Seluruh penjuru kampus sudah ku
jelajahi, tapi tidak membuatku menemukan yeojachinguku itu. Apa dia tidak masuk
ya? Kemudian tiba-tiba ponselku berdering. Sebuah telfon masuk dari Baro.
**
Aku berlari menyusuri lorong-lorong
rumah sakit. Tadi, begitu aku mendapat telfon dari Baro, aku langsung menuju ke
sini. Semoga kau baik-baik saja. Harus. Kau harus baik-baik saja. Kumohon.
Akhirnya aku tiba di ruang
perawatannya. Dengan tangan bergetar aku membuka pintu itu. Tapi setelah aku
buka, aku terkejut. Aku bingung dengan apa yang sedang terjadi.
**
Flashback
“hyung, kau dimana?”, tanya Baro dari
sebrang telpon dengan nada panik.
“aku ada di kampus. Wae? Ada apa?
Kenapa kau panik begitu?” tanyaku.
“Chae Ri, hyung. Chae Ri kecelakaan.
Cepatlah datang ke rumah sakit sekarang juga. Kondisinya kritis”
Flashback end
**
Aku berdiri di ambang pintu. Antara
rasa senang, tidak percaya dan bingung. Chae Ri yang tadi di bilang Baro
kecelakaan dan kritis malah terlihat baik-baik saja. Justru yang sedang
terbaring di rumah sakit adalah CNU hyung.
**
Author POV
Chae Ri sedang menjenguk CNU bersama
Sandeul, Gongchan dan juga Baro sampai ketika tiba-tiba pintu ruang perawatan
CNU dibuka oleh seseorang.
“Oh hey Hyung. Kau sudah datang
rupanya” sapa Gongchan.
“Loh? Bukannya yang kecelakaan itu
Chae Ri? Tapi kenapa yang di rawat dan di perban justru CNU?” batinnya.
CNU dan yang lain kecuali Chae Ri
saling memandang dengan tatapan evil lalu memandang Chae Ri.
“a ada apa dengan kalian? Kenapa
memandangku seperti itu?”
“Kau pergilah dengan Hyung. Biar kami
saja yang menjaga CNU-hyung” tukas Sandeul lalu mendorong Chae Ri ke luar kamar
rawatnya CNU. Jin Young yang masih di ambang pintu ikut terdorong keluar.
**
Chae Ri POV
Aku mengetuk pintu itu berulang kali
karena tidak terima. Yang benar saja! Aku ke sini kan untuk menjenguk CNU-oppa.
Kenapa aku malah di usir sih?!!
“Hei kalian!! Apa yang kalian lakukan
sih?? Aku kan mau menjenguk CNU-oppa!!” protesku tapi sama sekali tidak
mendapat respon apapun. Akhirnya aku menyerah dan menghela nafas dengan berat.
**
Author POV
Setelah di usir, mereka berdua akhirnya
memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar rumah sakit saja.
“Jadi, yang sakit itu bukan kau tapi
CNU?” tanya Jin Young setelah mendengar cerita kecelakaan yang di alami CNU
tadi.
“yah begitulah” jawab Chae Ri santai.
Chae Ri menoleh ke arah Jin Young. “Ngomong-ngomong,
kenapa kau di sini?” tanyanya.
**
Jin Young POV
“Ngomong-ngomong, kenapa kau di sini?”
tanyanya. GLEK. Kenapa dia harus bertanya begitu sih. Aku bingung mau menjawab
apa. Walhasil aku hanya bisa bergumam tidak jelas sambil menggaruk kepalaku.
“I itu...”
“apa mereka menipumu dan bilang kalau
aku yang kecelakaan?” tebak Chae Ri sebelum aku sempat menjawab. “heh, lucu”
lanjutnya kemudian dengan nada sinis.
“maksudmu?”
“kan aku tidak penting bagimu. Bagimu
yang terpenting adalh laptopmu itu. Lihat, bahkan saat kau bilang kau ke sini
karena aku, kau masih tidak lupa membawa laptopmu. Lalu kenapa kau harus
datang? Seharusnya kau kan tidak datang”
Aku melirik ke tas yang dari tadi ku
bawa. Tas ini memang berisi laptopku, tapi...
Chae Ri berbalik dan pergi
meninggalkanku. Tapi berhasil ku hentikan dengan menangkap tangnnya dan
membuatnya berbalik.
CHUP
Ku daratkan sebuah ciuman di bibir
mungilnya tepat saat dia berbalik. “apa yang kau lakukan!!” Chae Ri langsung
mendorongku mundur. Dia mulai berbalik
dan pergi dariku lagi.
Aku menarik nafas dan menyanyikan
sebuah lagu untuknya. Berharap dia mendengar nyanyianku dan kembali lagi.
saramdeuri bojanha nunmul jom dakkgo gogae
deureobwa
mianhada haetjanha mureupirado kkurheo boilkka
heunhan malsilsu gatgo ireoke ulmyeon naega mwoga dwae
saranghae raneun mallon deo isang neoreul dallael su eopgesseo
mianhada haetjanha mureupirado kkurheo boilkka
heunhan malsilsu gatgo ireoke ulmyeon naega mwoga dwae
saranghae raneun mallon deo isang neoreul dallael su eopgesseo
Chae Ri berhenti dan berbalik. Dia
hanya berdiri mematung. Matanya terlihat seperti ingin menagis. Aku kembali
melanjutkan nyanyianku.
maeil hyu hyu hyu hyu hyu
gin hansumeul baeteumyeo neul banseonghae
Baby U U U U U
jalharyeogo haneunde an dwae
motdoen malman baewoseo motdoen jitman baewoseo chakhan ni mam mollaseo
mwonga jakkuman kkoyeo kkoyeo
ajik cheori eobseoseo gipeun sarangi eoryeowo
sarang geukkajit geo geunyang mireobutyeo
saenggageul haetdeon naega meongcheonghaesseo
mianhae deo jalhalge (deo jalhalge naega deo jalhalge Hey~ yeah)
mianhae hwa pureojwo
naega da jalmotaesseo
gin hansumeul baeteumyeo neul banseonghae
Baby U U U U U
jalharyeogo haneunde an dwae
motdoen malman baewoseo motdoen jitman baewoseo chakhan ni mam mollaseo
mwonga jakkuman kkoyeo kkoyeo
ajik cheori eobseoseo gipeun sarangi eoryeowo
sarang geukkajit geo geunyang mireobutyeo
saenggageul haetdeon naega meongcheonghaesseo
mianhae deo jalhalge (deo jalhalge naega deo jalhalge Hey~ yeah)
mianhae hwa pureojwo
naega da jalmotaesseo
Aku mulai melangkah mendekati Chae Ri
yang masih mematung di depanku. Ku raih kedua tangannya. “mianhae chagi”
ucapku. Perlahan dia memelukku. Tangisnya pecah. Bahkan aku bisa merasakan air
matanya sedang membasahi bajuku sekarang.
“Chagi, asal kau tau, kaulah yang
paling berharga bagiku” ucapku kemudian.
“Ne oppa. Mian aku bersikap
kekanak-kanakan”
“ani. Aku yang harusnya minta maaf.
Kaja, aku akan memperlihatkan sesuatu padamu”. Aku mengajak Chae Ri duduk di
bangku yang ada di dekat taman.
Aku mulai menyalakan laptopku dan
menunjukkan padanya apa yang sebenarnya ku lakukan selama ini.
**
Chae Ri POV
Ku tutup mulutku dengan satu tangan
dan dengan menahan nafas. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang ku
lihat dari laptop milik namja chinguku ini. Sebuah rancangan acara pernikahan
yang sangat indah.
“Bagaimana? Kau suka? Itu ku siapkan
untuk pernikahan kita” tanya Jin Young. Aku menoleh tidak percaya. Lagi-lagi
air mataku menetes.
“Oppa,.. ne, oppa. Aku suka sekali”
“syukurlah. Sejak kau menyinggung soal
pernikahan waktu itu, aku langsung menyiapkan ini dan berusaha membuatnya
sesuai keinginanmu. Semuanya sudah beres. Tapi, masih ada satu masalah. Dan
semua rencana ini akan sia-sia kalau tidak kulakukan”
“hm? Apa itu, oppa?”
“aku belum bertanya pada pengantin
perempuannya apakah dia bilang OK dengan lamaranku atau tidak”
Oppa lagi-lagi berhasil membuatku
tersipu seperti biasa dengan gombalannya. Jin Young kemudian mengeluarkan
sebuah kotak kecil berwarna biru.
“Jadi Chagi, will you marry me?”
tanyanya sambil membuka kotak itu yang ternyata berisikan sebuah cincin.
**
Flashback
Kami sedang menghadiri acara
pernikahan CNU hyung. Semua serba putih dan terlihat sangat indah.
“oppa, indah sekali ya pernikahan
mereka” ucapku pada Jin Young.
“biasa saja. Seperti pernikahan yang
lain”
“oppa!”
“iya iya, indah” jawabnya akhirnya.
Kami sudah lama pacaran dan tahun
depan sudah akan lulus kuliah, tapi Jin Young tidak juga melamarku. “hemh,
kapan ya aku bisa mengalami momen seindah ini?” ucapku lalu melirik ke arah Jin
Young. Tapi Jin Young malah pergi mengobrol dengan dongsaengku, Gongchan.
**
Jin Young POV
Aku mengedarkan pandanganku ke sluruh
penjuru ruangan resepsi ini. Tiba-tiba Gongchan datang dan menghampiriku. Kami
mengobrol berdua.
“hemh, kapan ya aku bisa mengalami
momen seindah ini?” ucap Chae Ri lalu melirik ke arahku. Sebenarnya aku sadar
sedang dia ajak bicara, tapi aku juga sedang bicara dengan Channie. Apa boleh
buat.
Selama acara berlangsung, aku mulai
membulatkan tekadku. “Chagi, tunggu saja, aku akan mempersiapkan pernikahan
yang lebih dari ini” tekadku dalam hati.
Flashback End
The End
Gimana menurut kalian?? Bagus ato
jelek? Atau malah bosenin?
Yang udah baca CL ya.. ^^







0 komentar:
Posting Komentar